HUT PRAMUKA KE-63

Penerima Tanda Penghargaan Bintang Tahunan

Foto Kegiatan Matsama 2024

Adik-adik peserta didik baru tengah menerima arahan dari para anggota Dewan Penggalang pada saat permainan

Penganugerahan Bintang Tahunan

Beberapa anggota penggalang menerima penghagaan Bintang Tahunan pada saat upacara HUT Pramuka

Lomba Tingkat I Tahun 2024

Peserta tengah mengikuti salah satu mata lomba Packing Bag

Lomba Tingkat II Tahun 2023

Para anggota berfoto bersama selepas melakasanakan Lomba pada LT II Tahun 2023

Lomba Tingkat I Tahun 2024

Laporan Panitia LT I 2024

Showing posts with label Simpul. Show all posts
Showing posts with label Simpul. Show all posts

Wednesday, August 14, 2024

Simpul Mati (Reef Knot)

 Simpul mati atau reef knot (disebut juga sebagai square knot) merupakan salah satu simpul mendasar dalam kepramukaan dan kehidupan sehari-hari. Bagi seorang pramuka baik pramuka siaga, pramuka penggalang, pramuka penegak maupun pandega seharusnya menguasai simpul mati ini.

Kegunaan simpul mati adalah untuk menyambung dua buah tali yang sama besar dan dalam keadaan kering. Ini berbeda dengan simpul anyam yang digunakan untuk menyambung dua buah tali yang besarnya berbeda. Ataupun dengan simpul nelayan (simpul Inggris) yang digunakan untuk menyambung tali yang basah atau licin. Di samping untuk menyambung tali, simpul mati juga digunakan untuk menali perban segi tiga (mitela) saat melakukan PPPK. Dengan fungsi dan kegunaannya, simpul mati akan sangat sering digunakan oleh seorang pramuka baik ketika mengikuti kegiatan kepramukaan maupun di kehidupan sehari-hari.

Cara Membuat Simpul Mati

Setelah mengetahui kegunaan simpul mati, sekarang saatnya seorang pramuka belajar cara membuat simpul mati. Caranya gampang, silakan lihat gambar berikut:


Untuk memudahkan instruksi, dalam tutorial membuat simpul mati ini kita ibaratkan sedang menyambung dua buah tali yang satu berwarna biru dan satunya lagi berwarna putih. Langkah-langkah membuat simpul mati adalah sebagai berikut:

  1. Letakkan ujung tali putih di atas ujung tali biru.
  2. Lingkarkan ujung tali putih ke bawah tali biru kemudian lingkarkan lagi ke atas.
  3. Balik arah ujung tali biru yang tadinya ke arah kanan menjadi ke arah kiri . Demikian juga dengan ujung tali putih, balik ke arah kanan dan letakkan ujungnya di atas ujung tali biru.
  4. Ulangi langkah pada nomor dua.
  5. Tarik masing-masing ujung tali sehingga simpul menjadi kencang.
  6. Dan selesai, simpul mati atau reef knot atau square knot telah jadi.

Untuk lebih memahamkan langkah-langkah membuat simpul mati tidak ada salahnya melihat video tutorial cara membuat simpul mati di bawah.



Membuat Simpul Pangkal (Clove Hitch)

 Membuat simpul pangkal atau clove hitch amatlah mudah, gak percaya?. Kita praktekkan saja betapa mudahnya membuat simpul pangkal. Simpul pangkal sendiri merupakan salah satu ‘simpul wajib’ dalam teknik kepramukaan di samping simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, dan beberapa simpul lainnya. Simpul ini berguna untuk menautkan pada balok serta untuk memulai dan mengakhiri beberapa ikatan semisal ikatan palang, ikatan silang, dan ikatan canggah. Mengingat fungsinya simpul pangkal di atas layaklah jika dikatakan sebagai simpul wajib.

Dalam kepramukaan simpul ini akan sering digunakan. Seperti untuk mengikatkan tali tenda pada pasak tenda dan saat mengikatkan tali penegang pada tiang tenda. Apalagi ketika membuat pionering semisal tiang bendera, gapura tenda, menara pandang dan lainnya, simpul yang satu ini tidak pernah terlewatkan. Saat menyambung tiang bendera, ikatan canggah yang digunakan diawali dan diakhiri dengan simpul pangkal. Pun ketika membuat menara pandang ataupun gapura yang tentunya akan banyak menggunakan ikatan palang untuk menautkan dua tongkat (kayu) yang berpalangan di mana simpul pangkal akan menjadi simpul awal dan akhir juga.

Sebagian pihak memilih menyebut simpul pangkal sebagai ikatan pangkal. Hal ini didasari pemahaman arti ‘ikatan’ sebagai persambungan antara tali dengan benda lain semisal kayu dan tongkat. Dengan dasar pengertian tersebut simpul palang, simpul jangkar, dan simpul tambat akan dinamai sebagai ikatan lantaran tertaut dengan benda lain. Padahal seharusnya ikatan dimaknai sebagai ‘rangkaian tali dengan susunan tertentu yang digunakan untuk menautkan (menyatukan) dua atau lebih benda lain’. Jika menggunakan pengertian yang terakhir ini, simpul pangkal bukanlah ikatan karena tidak menyatukan dua atau lebih benda lain.


Cara Membuat Simpul Pangkal (Clove Hitch)

Di awal artikel sudah disampaikan bahwa membuat simpul pangkal itu mudah. Saking mudahnya dengan mata terpejam pun seharusnya bisa. Apalagi kemampuan membuat simpul ini menjadi syarat dalam Syarat Kecakapan Umum mulai dari pramuka siaga, pramuka penggalang, bahkan pramuka penegak. Kita mulai cara membuat simpul pangkal.

Cara Pertama:

  1. Lingkarkan tali pada tongkat atau kayu (dari arah bawah) sehingga membentuk ‘sosok’ dengan tongkat ada di tengahnya.
  2. Lingkarkan sekali lagi di sebelah kiri ‘sosok’ yang pertama.
  3. Ujung sosok dimasukkan sebagaimana arah tanda panah pada gambar di bawah
  4. Rapatkan kedua sosok dan tarik ujung tali hingga kencang.
  5. Selesai


Cara Kedua:
  1. Buatlah dua ‘sosok’ tali seperti pada gambar “a”. Perhatikan posisi kedua ujung tali di mana ujung pertama ada di atas tali (pada gambar, ‘sosok’ yang kiri) dan ujung kedua ada di bawah tali (pada gambar, sosok yang kanan)
  2. Rekatkan kedua sosok hingga bertumpukan dengan posisi sosok yang ujung talinya di bawah berada di atas sosok yang ujung talinya di bawah (gambar “b”)
  3. Masukkan sosok yang bertumpukan tadi melingkari tongkat atau kayu (gambar “c”)
  4. Selesai.

Kedua cara membuat simpul pangkal di atas sama-sama mudahnya. Tinggal memilih mana yang disukai dengan memperhatikan kondisi. Artinya simpul pangkal hendak di buat di tengah-tengah kayu lebih tepat menggunakan cara pertama karena jika menggunakan cara kedua akan kesulitan saat menempatkan simpul ke tongkat.

Animasi Membuat Simpul Pangkal

Untuk lebih memahamkan cara membuat simpul pangkal simak animasi berikut ini:

Nah, siapa sekarang yang masih tidak setuju jika membuat simpul pangkal atau clove hitch itu sangat mudah? Mengasyikkan malah, karena semua materi dan kegiatan kepramukaan memang mengasyikkan.


Membuat Simpul Anyam (Sheet Bend)

 Membuat simpul anyam atau sheet bend menjadi salah satu teknik kepramukaan bidang tali temali yang paling dasar. Bersama dengan simpul mati, simpul hidup, simpul pangkal, simpul jangkar, dan beberapa lagi, simpul anyam akan sangat sering dipakai dalam kegiatan tali temali di kepramukaan. Karena peran pentingnya itu para pramuka, mulai dari siaga, penggalang, maupun anggota dewasa, sudah selayaknya menguasai dengan benar teknik pembuatan simpul anyam (sheet bend ).

Simpul anyam digunakan untuk menyambung dua buah utas tali kering yang ukurannya tidak sama besar. Dalam arti, jika ingin menyambung dua utas tali di mana yang satu berukuran besar dan satunya lagi berukuran kecil, gunakanlah simpul anyam.


Cara Membuat Simpul Anyam

Untuk membuat simpul anyam atau sheet bend tidaklah sulit. Caranya adalah:


  1. Buatlah sosok pada ujung utas tali yang berukuran lebih besar (dalam gambar, tali berwarna biru)
  2. Masukkan ujung tali yang lebih kecil (merah) ke dalam sosok tali besar (biru) dari arah bawah
  3. Belitkan ujung tali kecil (merah) di bawah tali biru
  4. Sisipkan ujung tali merah ke bawah badan tali itu sendiri (gambar 3)

Animasi Simpul Anyam (Sheet Bend)

Untuk lebih mempermudah dalam mempelajari cara membuat simpul anyam, simak animasi berikut ini:


Nah, dengan membaca tutorial disertai ilustrasi gambar dan animasi di atas sekarang pasti akan terasa sangat mudah dalam membuat simpul anyam. Banyak-banyaklah berlatih dan mencoba agar keterampilan teknik kepramukaan bidang tali temali ini semakin dikuasai.



Sumber : www.pramukaria.id

Membuat Simpul Jangkar (Cow Hitch)

 Membuat simpul jangkar atau cow hitch menjadi salah satu simpul dalam teknik kepramukaan bidang tali temali yang sering dipraktekkan. Baik pada pramuka siaga, penggalang, penegak hingga pandega diharapkan menguasai simpul jangkar ini. Apalagi simpul jangkar menjadi salah satu simpul yang diujikan dalam Syarat Kecakapan Umum.

Simpul jangkar (cow hitch) kerap digunakan untuk menautkan tali pada benda lain secara cepat, mengikat jangkar, hingga membuat usungan darurat atau dragbar bersama dengan simpul pangkal dan ikatan palang.


Cara Membuat Simpul Jangkar

Untuk membuat simpul jangkar atau cow hitch sangat mudah. Ada beberapa cara dalam membuat simpul jangkar. Cara yang paling umum dan dianjurkan adalah sebagai berikut:

  1. Lingkarkan ujung tali pada benda yang hendak ditali dari sebelah bawah benda(gambar 1)
  2. Lintaskan ujung tali di belakang badan tali (gambar 2)
  3. Lingkarkan ujung tali sekali lagi pada benda yang hendak ditali dari sebelah atas benda (gambar 3)
  4. Selipkan ujung tali sehingga sama dan sejajar dengan badan tali (gambar 4)
  5. Tarik kedua ujung tali sehingga simpul mengencang.

Di samping cara tersebut di atas, bisa juga dengan langkah lain seperti gambar berikut:


  1. Bagi dua tali dan lingkarkan pada benda yang hendak ditali
  2. Tarik kedua badan tali (lihat tanda panah), sehingga seluruh tali masuk ke dalam sosok

Cara kedua ini tampak lebih mudah dan cepat namun memiliki keterbatasan terutama jika badan tali terlalu panjang akan sehingga memakan waktu ketika menarik badan tali hingga masuk ke dalam sosok. Karena itu cara kedua hanya direkomendasikan jika tali tidak terlalu panjang.


Animasi Simpul Jangkar

Untuk lebih memahamkan cara membuat simpul jangkar atau cow hitch sila lihat animasi simpul jangkar berikut:

Dengan tutorial, gambar, dan animasi tentang simpul jangkar ini semoga dapat membantu para pramuka dalam mempelajari salah satu 'simpul wajib' dalam kepramukaan ini. Sehingga baik ketika kegiatan tali temali, pionering, maupun ujian Syarat Kecakapan Umum dapat mengikuti dengan baik.

Membuat Simpul Tiang (Bowline Knot)

 Membuat simpul tiang atau bowline knot menjadi salah satu teknik kepramukaan bidang tali temali yang wajib dikuasai oleh setiap pramuka. Simpul tiang juga termasuk salah satu materi yang terdapat dalam Syarat Kecakapan Umum (SKU). Keterampilan membuat simpul tiang termuat sebagai syarat SKU Penggalang Ramu nomor 23 bersama simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, dan simpul pangkal.

Simpul tiang sebenarnya sama dengan simpul anyam, perbedaannya hanya pada posisi dan manfaatnya atau kegunaannya. Jika simpul anyam dibuat dengan dua dua ujung dari dua utas tali (antara ujung dengan ujung tali) berbeda dengan simpul tiang yang dibuat dengan satu utas tali dimana simpul dibuat antara ujung tali dengan badan tali. Namun jika diperhatikan bentuk tautan talinya sama.



Manfaat dari simpul tiang adalah untuk membuat sebuah sosok (mata tali) yang kedudukannya tetap (tidak bergeser) atau untuk mengikat sesuatu yang membutuhkan keleluasaan bergerak semisal leher binatang. Dengan simpul tiang, sosok yang terbuat akan tetap dan tidak bergeser (menciut atau melonggar) sehingga leher binatang tidak terjerat.

Cara Membuat Simpul Tiang
Untuk membuat simpul tiang caranya tidak sulit. Perhatikan terlebih dahulu gambar berikut:


  1. Pertama buatlah sosok di bagian tengah tali.
  2. Ujung tali dimasukkan ke dalam sosok dari arah bawah, kemudian ke atas tali di sisi lain sosok, dan terakhir lewatkan ke belakang (bawah) utas tali yang ada di sebelah atas sosok.
  3. Lingkarkan tali pada utas tali tersebut, kemudian masukkan ujung tali ke dalam sosok.
  4. Tarik kedua badan tali beserta ujung tali sehingga simpul menjadi erat.

Animasi Simpul Tiang
Untuk lebih memudahkan berlatih membuat simpul tiang, animasi sederhana simpul tiang berikut mungkin akan lebih mudah dipahami.


Nah, simpul tiang dengan persamaan dan perbedaannya dengan simpul anyam, manfaat dan kegunaan simpul tiang, serta langkah-langkah membuat simpul tiang yang dilengkapi dengan gambar dan animasi telah diuraikan. Dengan latihan yang tekun dan sungguh-sungguh simpul tiang yang dapat diaplikasikan dalam berbagai kegiatan sehari-hari ini pasti telah dikuasai.


Sumber : www.pramukaria.id

Membuat Simpul Tambat (Timber Hitch)

 Membuat simpul tambat (timber hitch) memang tidak termasuk salah satu materi dalam ujian SKU, lain halnya dengan simpul pangkal dan simpul tiang. Namun simpul tambat pun harus dikuasai karena dalam pembuatan ikatan silang, harus didahului dengan simpul tambat ini. Padahal teknik kepramukaan ikatan silang termasuk salah satu syarat dalam SKU Penggalang Ramu.

Simpul tambat atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai timber hitch sebenarnya sebuah simpul yang sangat sederhana dalam tali temali. Kegunaannya, selain untuk memulai ikatan silang juga untuk menautkan tali pada benda-benda lain, terutama benda-benda yang berukuran besar.

Cara Membuat Simpul Tambat

Untuk mempelajari keterampilan kepramukaan bidang tali temali, simpul tambat, Blog Pramuka ini menyajikan gambar-gambar tutorial langkah perlangkah dalam membuat simpul tambat. Juga dilengkapi dengan animasi sederhana tentang pembuatan simpul tambat.

Mari kita mulai belajar membuat simpul tambat dengan memperhatikan gambar berikut:


langkah-langkah membuat simpul tambat yaitu:
  1. Belitkan tali pada benda yang hendak di tali semisal batang kayu.
  2. Putar (tautkan) ujung tali sehingga membentuk sosok (mata tali) pada badan tali.
  3. Belitkan ujung tali melingkari badan tali yang nantinya bersentuhan dengan batang kayu.
  4. Belitkan seperti langkah ke-3 hingga beberapa kali (banyaknya belitan disesuaikan dengan besar batang kayu)
  5. Tarik badan tali dan dorong sosok (mata tali) hingga erat dengan batang kayu.
  6. Selesai
Untuk lebih memahamkan langkah-langkah dalam membuat simpul tambat sebagaimana tutorial di atas, perhatikan animasi tali-temali berikut:


ekarang pasti sudah bisa membuat simpul tambat atau timber hitch dengan sempurna. Jangan pernah bosan untuk berlatih sehingga keterampilan tali temali ini akan semakin dikuasai.

Sumber : www.pramukaria.id

Membuat Simpul Anyam Berganda (Double Sheet Bend)

 Membuat Simpul Anyam Berganda atau Double Sheet Bend sebenarnya akan sangat mudah bila sebelumnya telah menguasai keterampilan kepramukaan membuat simpul anyam. Memang simpul anyam berganda merupakan pengembangan dari simpul anyam terutama untuk meningkatkan daya ikat (kekuatan) tali dalam menyimpul.

Simpul anyam berganda atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai double sheet bend, tidak hanya mempunyai kemiripan bentuk dengan simpul anyam. Namun fungsi atau kegunaan simpul ini pun nyaris sama. Keduanya berguna untuk menyambung dua buah utas tali kering yang ukurannya tidak sama besar. Bedanya, simpul anyam berganda digunakan jika perbedaan ukuran antara dua utas tali yang disambung tersebut sangat besar.

Sehingga bisa dikatakan bahwa jika ingin menyambung dua utas tali kering yang ukurannya sama, gunakan simpul mati. Jika kedua utas tali berbeda ukuran (yang satu besar dan satunya lagi kecil), gunakan simpul anyam. Dan jika perbedaan ukuran tersebut sangat mencolok (yang satu sangat besar dan satunya sangat kecil), gunakanlah simpul anyam berganda.

Simpul Anyam Berganda

Simpul dan tali temali sendiri merupakan salah satu teknik kepramukaan yang harus dikuasai sejak dini oleh para pramuka. Sejak usia pramuka siaga pun sudah dikenalkan dengan simpul dan tali temali.Selain berguna dalam berbagai kegiatan di lapangan semacam mendirikan tenda, membuat pionering, membuat dragbar, hingga saat survival di alam bebas, mempelajari tali temali pun mampu merangsang ketelitian, kecermatan, ketekunan, daya daya kreatifitas pramuka. Termasuk ketika membuat simpul anyam berganda atau double sheet bend.

Cara Membuat Simpul Anyam Berganda

Seperti disampaikan di awal artikel, membuat simpul anyam berganda tidaklah sulit terutama jika sebelumnya telah menguasai simpul anyam. Karena itu, sebelum mempelajari simpul ini, diharapkan telah bisa membuat simpul anyam terlebih dahulu.

Untuk proses pembuatan simpul anyam berganda (double sheet bend), Blog Pramukaria telah menyiapkan sebuah video tutorial tentang cara membuat simpul anyam berganda. Sila simak video tersebut dengan mengklik tombol putar (segitiga) di tengah video.


Untuk melengkapi penjelasan dalam video di atas, perhatikan gambar dan langkah-langkah dalam membuat simpul anyam berganda sebagai berikut:

Langkah-langkah membuat simpul anyam berganda


  1. Tekuk ujung tali yang besar
  2. Masukkan ujung tali kecil (dari atas ke bawah), kemudian lingkarkan di bawah kedua utas tali besar yang ditekuk tadi (gambar 1)
  3. Selipkan ujung tali kecil di sela-sela antara tali besar dan kecil (gambar 2)
  4. Lingkarkan ujung tali kecil pada kedua utas tali besar seperti langkah kedua.
  5. Selipkan ujung tali kecil di sela-sela antara tali besar dan kecil lagi seperti langkah ketiga (gambar 3).
  6. Tarik dan eratkan kedua utas tali hingga simpul menjadi erat.

Simpul anyam berganda telah selesai dibuat. Jika dicermati, mulai langkah pertama hingga ketiga di atas sama persis seperti membuat simpul anyam. Dan jika diakhir dilangkah tersebut (langkah ketiga; gambar 2), telah tercipta simpul anyam. Dan jika ingin membuat simpul anyam berganda tinggal dilanjutkan dengan langkah keempat dan kelima saja.


Sumber : www.pramukaria.id

Simpul Pangkal ataukah Ikatan Pangkal

 Mana yang benar, simpul pangkal ataukah ikatan pangkal? Pun antara simpul jangkar dengan ikatan jangkar, manakah istilah yang benar? Memang terkadang muncul persepsi yang berbeda dikalangan para pramuka. Ada sebagian pihak yang keukuh menganggap istilah ikatan pangkal yang benar, dan di lain pihak ada yang ngotot mengatakannya sebagai simpul pangkal. Selain pada simpul pangkal hal yang sama juga terjadi pada simpul / ikatan jangkar dan tambat. Manakah yang benar, simpul pangkal ataukah ikatan pangkal?

Jika untuk simpul lainnya, semacam simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, dan simpul tiang tampaknya tidak terjadi perbedaan pendapat. Semua setuju mengatakannya sebagai simpul. Pun pada beberapa jenis ikatan semacam ikatan palang, ikatan silang dan ikatan canggah, kesemuanya kompak menyebutnya sebagai ikatan. Berbeda dengan pangkal, jangkar, dan tambat. 

Perbedaan persepsi tersebut tampaknya didasari pada pengertian dan perbedaan sederhana antara tali, simpul, dan ikatan. Untuk membedakan ketiga hal tersebut sering kali digunakan kalimat yang sederhana yaitu: "tali adalah benda untuk menali (membuat simpul dan ikatan), simpul adalah pertautan antara tali dengan tali, sedangkan ikatan adalah pertautan antara tali dengan benda lain (semisal kayu)". Pengertian sederhana ini memang jitu dan mudah untuk mendiskripsikan perbedaan ketiganya (tali, simpul, dan ikatan). Meskipun kemudian dari pengertian sederhana itu sering kali menimbulkan kerancuan yang berakibat pada perbedaan pendapat terkait mana yang benar antara simpul pangkal ataukah ikatan pangkal, simpul jangkar ataukah ikatan jangkar, simpul tambat ataukah ikatan tambat.

Berdasarkan pengertian di atas sah jika kemudian yang dianggap benar adalah ikatan pangkal, ikatan jangkar, dan ikatan tambat. Sedangkan simpul pangkal, simpul jangkar, dan simpul tambat adalah sebutan yang salah. Tapi benarkah demikian?


Jangan Sekedar Tautan Tali dengan Benda Lain

Ikatan seharusnya jangan hanya sekedar dimaknai sebagai pertautan antara tali dengan benda lain (semisal kayu). Karena jika pengertian itu yang digunakan jangankan pangkal, jangkar, dan tambat, simpul mati, simpul tiang, dan simpul delapan sekali pun bisa disebut sebagai ikatan. Ketika kita menali leher binatang dengan menggunakan simpul tiang, bukankah itu juga tertaut dengan benda lain (leher binatang)? Ketika kita menautkan tali di sebatang pohon kemudian menguncinya dengan simpul mati, simpul delapan, atau simpul hidup yang overhand loop, bukankah terjadi pertautan antara tali dengan batang kayu? Padahal kita sepakat bahwa mati, hidup, dan delapan adalah simpul dan bukannya ikatan.

Pengertian ikatan sebagai "pertautan antara tali dengan benda lain (semisal kayu)" tidak pernah diketahui bersumber dari mana. Kalaupun kita buka Kamus Besar Bahasa Indonesia, baik kata "ikat" maupun "ikatan" tidak memiliki arti semacam definisi di atas. Dalam KBBI tersebut menyebutkan bahwa:

====================================="===================================

ikatan /ikat·an/ n 1 yg diikat; 2 cara mengikat; 3 berkas; gabungan: kayu ini ~ nya kecil-kecil; 4 susunan (hubungan) kata dsb; rangkaian; pertalian: arti kata hendaknya diterangkan dl ~ kalimat; 5 perserikatan; perkumpulan; 6 Kim lambang untuk menyatakan jumlah serta ikatan valensi atom dl rumus struktur;~ dinas perjanjian antara seseorang (pelajar dsb) dan instansi yg memberinya bantuan beasiswa; ~ homopolar Kim ikatan dng distribusi muatan elektrik yg sama antara dua atom; ~ kimia Fis ikatan antaratom yg terjadi krn fungsi gelombang elektron suatu atom tumpang tindih dng fungsi gelombang elektron atom yg lain atau krn suatu elektron dapat menjadi milik bersama kedua inti atom;

====================================="===================================

Seharusnya ikatan tidak sekedar dimaknai sebagai "pertautan antara tali dengan benda lain (semisal kayu)" namun sebagai "rangkaian tali dengan susunan tertentu yang digunakan untuk menautkan (menyatukan) dua atau lebih benda lain". Jadi yang disatukan bukanlah tali dengan benda tetapi beberapa benda yang diikat dengan tali. Kalau menggunakan definisi ikatan dari KBBI tersebut di atas akan kita dapati:

  1. Ikatan palang; dapat diartikan : (1). Palang yang diikat (2). Cara mengikat palang atau kayu yang berpalangan (3) berkas atau gabungan kayu berpalangan. Palang sendiri mempunyai arti "palang /pa·lang/ n batang kayu (bambu, besi, dsb) yg dipasang melintang pd jalan, pintu, dsb;" (KBBI). Sehingga dapat dikatakan palang adalah lebih dari satu benda. Demikian juga pada ikatan silang, ikatan canggah, dan ikatan kaki tiga.
  2. Ikatan pangkal;  tidak bisa diartikan sebagai (1) pangkal yang diikat; (2) cara mengikat pangkal (3) berkas atau gabungan pangkal. Demikian juga dengan ikatan jangkar dan ikatan tambat.
Pun kalau kita memaksakan menggunakan pengertian ikatan sebagai "pertautan antara tali dengan benda lain (semisal kayu)" akan kita dapatkan:
  1. Ikatan palang : pertautan antara tali dengan kayu yang disusun berpalangan
  2. Ikatan silang : pertautan antara tali dengan kayu yang disusun bersilangan
  3. Ikatan kaki tiga : pertautan antara tali dengan kayu yang membentuk kaki tiga
  4. Ikatan pangkal : pertautan antara tali dengan pangkal (Benda apakah, pangkal yang dimaksud?)
  5. Ikatan jangkar : pertautan antara tali dengan jangkar (Bukankah yang diikat bukan jangkar?)
  6. Ikatan tambat : pertautan antara tali dengan tambat (Benda apakah, tambat yang dimaksud?)
Sehingga ketika kita menggunakan definisi ikatan sebagai "pertautan antara tali dengan benda lain (semisal kayu)", pangkal, jangkar, dan tambat yang tergolong sebagai ikatan akan memiliki definisi yang tidak jelas. 

Namun jika kita menggunakan definisi ikatan sebagai "rangkaian tali dengan susunan tertentu yang digunakan untuk menautkan (menyatukan) dua atau lebih benda lain" akan kita dapatkan pengertian sebagai berikut:
  1. Ikatan palang : rangkaian tali dengan susunan tertentu yang digunakan untuk menautkan (menyatukan) dua benda yang berpalangan. Sehingga yang ditautkan bukan tali dengan benda, tetapi tali tersebut untuk menautkan dua benda atau lebih secara berpalangan.
  2. Ikatan silang : rangkaian tali dengan susunan tertentu yang digunakan untuk menautkan (menyatukan) dua bersilangan. Sehingga yang ditautkan bukan tali dengan benda, tetapi tali tersebut untuk menautkan dua benda atau lebih secara bersilangan.
  3. Pangkal, bukan ikatan karena rangkaian tali dengan susunan tertentu tersebut tidak digunakan untuk menautkan dua benda.
  4. Jangkar, bukan ikatan karena rangkaian tali dengan susunan tertentu tersebut tidak digunakan untuk menautkan dua benda.
Sehingga ketika menggunakan definisi ikatan sebagai "rangkaian tali dengan susunan tertentu yang digunakan untuk menautkan (menyatukan) dua atau lebih benda lain" akan tampak jelas mana yang ikatan dan mana yang yang bukan ikatan. Palang, silang, canggah, maupun kaki tiga adalah ikatan karena benda yang diikat dua atau lebih benda. Karena tidak mungkin membuat ikatan palang hanya dengan menggunakan satu tongkat, pun saat membuat ikatan silang, kaki tiga, dan canggah yang tidak bisa dibuat dengan satu benda atau tongkat saja.

Simpul Pangkal Bukan Ikatan Pangkal
Dalam bahasa Inggris, ikatan dikenal sebagai "lashing" contohnya ikatan palang yang dalam bahasa Inggris disebut square lashing, ikatan silang cross lashing atau diagonal lashing, ikatan kaki tiga disebut Tripod Lashing. Sedangkan untuk simpul memiliki beberapa nama mulai dari knot, hit, loop, dan bend. "Lashing" sendiri dalam wikipedia dinyatakan sebagai:

***********************************************************************************
A lashing is an arrangement of rope wire or webbing with linking device used to secure and fasten two or more items together in a somewhat rigid manner. Lashings are most commonly applied to timber poles, and are commonly associated with the cargo, containerisation, the Scouting movement, and with sailors.
***********************************************************************************
Dari pengertian wikipedia tersebut perlu digarisbawahi pada kalimat "two or more items together" (dua atau lebih item secara bersama-sama). Sehingga simpul pangkal dalam bahasa Inggris tidak dinamai sebagai clove lashing melainkan dinamai clove hitch. Dan simpul jangkar pun tidak dinamai cow lashing tetapi cow hitch.

Dengan berbagai penjelasan di atas tampaknya akan lebih tepat menggunakan istilah "simpul pangkal" ketimbang "ikatan pangkal". Pun pada simpul jangkar dan tambat yang lebih tepat disebut sebagai simpul ketimbang ikatan.

Hendaknya kita tidak terpaku pada pengertian ikatan sekedar sebagai pertautan tali dengan benda lain, padahal pengertian itu tidak memiliki dasar, landasan, dan referensi yang jelas. Akan tetapi akan lebih baik jika ikatan diartikan sebagai "rangkaian tali dengan susunan tertentu yang digunakan untuk menautkan (menyatukan) dua atau lebih benda lain" dengan menekankan "dua atau lebih benda lain" di mana pengertian yang kedua ini lebih sesuai baik dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia maupun referensi lain semisal wikipedia. Ataukah kakak-kakak mempunyai pendapat dan referensi yang lain?.