HUT PRAMUKA KE-63

Penerima Tanda Penghargaan Bintang Tahunan

Foto Kegiatan Matsama 2024

Adik-adik peserta didik baru tengah menerima arahan dari para anggota Dewan Penggalang pada saat permainan

Penganugerahan Bintang Tahunan

Beberapa anggota penggalang menerima penghagaan Bintang Tahunan pada saat upacara HUT Pramuka

Lomba Tingkat I Tahun 2024

Peserta tengah mengikuti salah satu mata lomba Packing Bag

Lomba Tingkat II Tahun 2023

Para anggota berfoto bersama selepas melakasanakan Lomba pada LT II Tahun 2023

Lomba Tingkat I Tahun 2024

Laporan Panitia LT I 2024

Saturday, August 3, 2024

Kumpulan Lagu Wajib Nasional Indonsia

Kumpulan lagu wajib nasional Indonesia ini berisikan daftar lagu wajib, lagu nasional, lagu perjuangan, dan lagu kebangsaan Indonesia. Kumpulan lagu wajib nasional ini dilengkapi dengan para penciptanya, lirik dan link download lagu. Sehingga para pramuka dapat mendownload masing-masing lagu secara gratis.

Lagu wajib sendiri merupakan sebutan bagi lagu-lagu yang seharusnya wajib diketahui dan dihafal oleh warga negara Indonesia, termasuk pramuka, untuk mengungkapkan kebersamaan dan persatuan seluruh warga negara. Lagu wajib adalah ekspresi dari perasaan pejuang, melalui ungkapan suara rasa kebangsaan, nasionalisme, dan persatuan. Lagu tersebut diciptakan untuk menumbuhkan jiwa patriotik, perjuangan, dan rasa cinta terhadap bangsa dan negara.

Awal mula munculnya istilah dan jenis lagu perjuangan dan lagu wajib adalah saat Sukarno memerintahkan para komponis Indonesia untuk menyelenggarakan upacara dan aubade dengan memanfaatkan lagu-lagu perjuangan Indonesia pada tahun 1945. Hingga kemudian muncul Instruksi Menteri Muda Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Nomor 1 tanggal 17 Agustus 1959 yang menetapkan 7 buah lagu-lagu perjuangan sebagai lagu wajib yaitu lagu ‘Kebangsaan Indonesia Raya’ (W.R. Supratman); ‘Bagimu Neg’ri (Kusbini); ‘Maju tak Gentar’ (Cornel Simanjuntak); ‘Hallo-hallo Bandung’ (Ismail Marzuki); ‘Rayuan Pulau Kelapa’ (Ismail Marzuki); ‘Berkibarlah Benderaku’ (Bintang Sudibyo); dan ‘Satu Nusa Satu Bangsa’ (L. Manik).

Dalam kepramukaan, lagu wajib nasional menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan patriotisme, kebangsaan dan rasa cinta terhadap negeri. Pun menjadi syarat dalam kecakapan umum (SKU) bagi pramuka siaga maupun penggalang.



Kumpulan Lagu Wajib Nasional

Berikut adalah daftar lagu wajib nasional. Lagu dilengkapi dengan nama penciptanya, lirik, dan link download. Pun lagu-lagu nasional ini dapat didengarkan langsung secara online.

Api Kemerdekaan - Instrument (Joko Lelono/Martono)

Lirik

Download

Bagimu Negeri (R. Kusbini)

Lirik

Download

Bangun Pemudi Pemuda (Alfred Simanjuntak)

Lirik

Download

Bendera Kita - Instrument (Dirman Sasmokoadi)

Lirik

Download

Bungaku (Cornel Simanjuntak)

Lirik

Download

Bendera Merah Putih (Ibu Soed)

Lirik

Download

Berkibarlah Benderaku (Ibu Soed)

Lirik

Download

Bhinneka Tunggal Ika (Binsar Sitompul/A Thalib)

Lirik

Download

Dari Sabang Sampai Merauke (R Soerardjo)

Lirik

Download

Di Timur Matahari (Wage Rudolf Soepratman)

Lirik

Download

Dirgahayu Indonesiaku (Husein Mutahar)

Lirik

Download

Garuda Pancasila (Sudharnoto)

Lirik

Download

Gugur Bunga (Ismail Marzuki)

Lirik

Download

Halo-Halo Bandung (Ismail Marzuki)

Lirik

Download

Hari Merdeka (Husein Mutahar)

Lirik

Download

Himne Kemerdekaan (Ibu Soed/Wiratmo Sukito

Lirik

Download

Himne Guru (Sartono)

Lirik

Download

Ibu Kita Kartini (Wage Rudolf Soepratman)

Lirik

Download

Ibu Pertiwi (Lirik : Ismail Marzuki)

Lirik

Download

Indonesia Bersatulah (Alfred Simanjuntak)

Lirik

Download

Indonesia Pusaka (Ismail Marzuki)

Lirik

Download

Indonesia Raya (Wage Rudolf Soepratman)

Lirik

Download

Indonesia Raya - Clasik (Wage Rudolf Soepratman)

Lirik

Download

Indonesia Tetap Merdeka (Cornel Simanjuntak)

Lirik

Download

Indonesia Tumpah Darahku (Ibu Soed)

Lirik

Download

Jembatan Merah (Gesang)

Lirik

Download

Kebyar Kebyar (Gombloh)

Lirik

Download

Maju Indonesia (Cornel Simanjuntak)

Lirik

Download

Maju Tak Gentar (Cornel Simanjuntak)

Lirik

Download

Mars Bambu Runcing (Kamsidi/Daldjono)

Lirik

Download

Mars Pancasila (Sudharnoto)

Lirik

Download

Melati di Tapal Batas (Ismail Marzuki)

Lirik

Download

Mengheningkan Cipta (Truno Prawit)

Lirik

Download

Mengheningkan Cipta - Instrument (Truno Prawit)

Lirik

Download

Merah Putih (Gombloh)

Lirik

Download

Pada Pahlawan (Cornel Simanjuntak/Usmar Ismail)

Lirik

Download

Pahlawan Merdeka (Wage Rudolf Soepratman)

Lirik

Download

Pantang Mundur (Titiek Puspa)

Lirik

Download

Rayuan Pulau Kelapa (Ismail Marzuki)

Lirik

Download

Satu Nusa Satu Bangsa (Liberty Manik)

Lirik

Download

Selamat Datang Pahlawan Muda (Ismail Marzuki)

Lirik

Download

Sepasang Mata Bola (Ismail Marzuki)

Lirik

Download

Syukur (Husein Mutahar)

Lirik

Download



Tanah Airku (Ibu Soed)

Lirik

Download

Tanah Tumpah Darahku (Cornel Simanjuntak/Sanusi Pane)

Lirik

Download


Friday, August 2, 2024

Moto (Motto) Gerakan Pramuka

 Moto atau kadang ditulis 'motto' Gerakan Pramuka adalah moto tetap dan tuggal bagi Gerakan Pramuka dan seluruh anggotanya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, moto (penulisan yang baku adalah 'moto') adalah kalimat, frasa, atau kata yang digunakan sebagai semboyan, pedoman, atau prinsip seperti kalimat "berani karena benar". Setiap organisasi bahkan setiap Individu dapat memiliki moto masing-masing. Seperti TNI Angkatan Laut yang memiliki moto "Jalesmewa Jaya Mehe", Radio Republik Indonesia dengan motonya, "Sekali di Udara Tetap di Udara". Demikian juga dengan Gerakan Pramuka.

Motto Gerakan Pramuka merupakan bagian terpadu dalam proses pendidikan kepramukaan. Fungsi utama moto Gerakan Pramuka adalah untuk mengingatkan setiap anggota Gerakan Pramuka dalam mengikuti setiap kegiatan harus mempersiapkan diri untuk mengamalkan kode kehormatan Pramuka.

Sebagai bagian dari proses pendidikan kepramukaan, moto Gerakan Pramuka memberi pengaruh terhadap jiwa peserta didik. Pengaruh tersebut diantaranya adalah :

  • menambah rasa percaya diri pada setiap anggota Gerakan Pramuka
  • menambah semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
  • menyiapkan diri peserta didik dalam mengamalkan Satya dan Darma Pramuka
  • menumbuhkan dan meningkatkan rasa bangga sebagai Pramuka
  • memiliki budaya kerja yang melandasi pengabdiannya.

Bunyi Moto Gerakan Pramuka

Motto Gerakan Pramuka menambah rasa percaya diri peserta didik


Adapun moto Gerakan Pramuka berbunyi : SATYAKU KUDARMAKAN, DARMAKU KUBAKTIKAN. Artinya setiap janji dan komitmen diri yang telah diucapkan dan atau dihayati, menjadi ketetapan yang harus ditepati dan dilaksanakan dalam sikap dan perilaku sehari-hari sebagai bentuk pengabdian dan kesetiaan

Penegasan kalimat "Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan" sebagai motto Gerakan Pramuka terdapat dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Pasal 22. (Baca : AD ART Gerakan Pramuka Terbaru). Kalimat atau frasa yang dijadikan moto Gerakan Pramuka tersebut terdapat juga dalam lirik Satya Darma Pramuka (Lagu Hymne Pramuka).

Lain-lain Terkait Moto Gerakan Pramuka
  • Moto Gerakan Pramuka menjadi salah satu syarat dan SKU Penggalang Ramu. Dalam SKU Penggalang Ramu poin ke-14 seorang calon penggalang ramu harus tahu tentang Salam Pramuka, Moto Gerakan Pramuka, dan Lambang Gerakan Pramuka. Salah satu pencapaian SKU point tersebut adalah dapat menyebutkan motto Gerakan Pramuka.
  • Beberapa pihak beranggapan bahwa moto Gerakan Pramuka bukanlah "Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan", melainkan "Ikhlas Bakti Bina Bangsa, Berbudi Bawa Laksana". Padahal kalimat yang terakhir merupakan salah satu moto Pembina Pramuka.
  • Motto Gerakan Pramuka tersebut hendaknya dapat dihayati dan selalu tertanam pada diri setiap anggota Gerakan Pramuka. Dengan itu Pramuka akan selalu terpacu dan termotivasi dalam berupaya merealisasikan satya pramuka dan mengamalkan darma pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
  • Di samping menggunakan moto Gerakan Pramuka, setiap satuan Gerakan Pramuka dapat membuat dan menggunakan moto Satuan. Hal ini untuk menanamkan dan meningkatkan kebanggaan dan kekompakan dalam satuan tersebut.

Sejarah Makna Kiasan Lambang Gerakan Pramuka

 Sejarah dan makna kiasan lambang Gerakan Pramuka adalah materi pramuka untuk melengkapi pengetahuan umum kepramukaan. Sejarah dan makna lambang Gerakan Pramuka ini perlu dimengerti, dipahami, dan dihayati oleh setiap anggota pramuka menyadari nilai-nilai kiasan yang terkandung didalamnya.

Lambang Gerakan Pramuka adalah tanda pengenal organisasi Gerakan Pramuka yang bersifat tetap. Lambang ini mengkiaskan sifat, keadaan, nilai dan norma yang dimiliki oleh setiap anggota Gerakan Pramuka sesuai dengan dicita-citakan. 

Sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka pasal 48 dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Bab VII Pasal 120, lambang Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa. Penjabaran tentang Lambang ini ditetapkan dalam SK Kwarnas Nomor 06/KN/72 tentang Lambang Gerakan Pramuka.

Pencipta lambang ini adalah Kak Sunardjo Atmodipuro, seorang Andalan Nasional dan Pembina Pramuka yang juga pegawai di Departemen Pertanian. Kak Soenardjo Atmodipoero sendiri lahir pada tanggal 29 Pebruari 1909 di Blora dan meninggal pada tanggal 31 Mei 1979.

Pertama kali lambang ciptaan Kak Sunardjo Atmodipuro ini dipergunakan sebagai lambang Gerakan Pramuka pada tanggal 14 Agustus 1961 saat Presiden Republik Indonesia menganugerahkan Panji Kepramukaan kepada Gerakan Pramuka.

Pengetahuan terkait lambang Gerakan Pramuka juga menjadi salah satu materi dalam SKU yaitu mulai SKU Siaga Mula, SKU Siaga Bantu, Siaga Tata (masing-masing pada syarat nomor 6), serta SKU Penggalang Ramu (syarat no. 14).

Makna Lambang Gerakan Pramuka

Tunas Kelapa dipilih sebagai lambang  Gerakan Pramuka dengan mempertimbangkan makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Arti filosofi tersebut yaitu:

  • Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Istilah cikal bakal di Indonesia berarti penduduk asli  pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. 
  • Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet, serta  besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia. 
  • Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan diri dengan keadaan sekelilingnya. Jadi lambang tersebut mengkiaskan bahwa setiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masyarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimana pun juga. 
  • Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia. Jadi lambang tersebut mengkiaskan bahwa setiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus yakni mulia, jujur dan tetap tegak tidak mudah diombang–ambingkan sesuatu. 
  • ‡Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang tersebut mengkiaskan tekad dan keyakinan setiap Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan landasan yang baik, benar,  kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanya. 
  • Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa setiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia  serta kepada umat manusia.
Untuk lebih meningkatkan pemahaman terkait lambang Gerakan Pramuka pun sebagai tambahan bahan dan materi latihan pramuka, berikut video tentang lambang Gerakan Pramuka.




Semoga dengan mengetahui, memahami lambang Gerakan Pramuka ini, setiap pramuka dapat menghayati nilai-nilai kiasan yang terkandung di dalamnya.



SKU : Salam Pramuka; Arti, Macam dan Penggunaan

 Salam Pramuka; arti, fungsi, macamnya, dan cara pengunaannya dalam kepramukaan ini menjadi artikel pengetahuan kepramukaan selanjutnya di blog PramukaRia ini. Bagi setiap pramuka pasti sudah tidak asing dengan istilah salam pramuka. Namun mungkin tidak seluruhnya yang mengerti artinya, fungsinya, macam-macamnya, serta cara penggunaan (memberikan dan menjawab) salam pramuka dengan benar. Di artikel ini kami mencoba untuk menguraikan sedikit pengetahuan terkait seluk beluk salam pramuka.

Pengertian, Maksud, dan Fungsi Salam Pramuka

Apa yang dimaksud salam pramuka?. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian salam adalah: n 1 damai; 2 pernyataan hormat; tabik: sampaikan -- saya kepadanya; 3 ucapan assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh; sedangkan pramuka mempunyai arti sebagai warga  negara  Indonesia  yang  aktif dalam  pendidikan  kepramukaan  serta  mengamalkan Satya Pramuka dan Darma Pramuka. Sehingga secara bahasa salam pramuka dapat diartikan sebagai pernyataan hormat antar sesama anggota pramuka.

Lebih lanjut, salam pramuka mempunyai pengertian sebagai perwujudan dari sikap menghormati atau menghargai dari seorang pramuka kepada pramuka lainnya dengan menggunakan tata cara dan ketentuan yang khusus.

Salam pramuka dimaksudkan serta berfungsi untuk melahirkan sikap disiplin, mempererat persaudaraan dan persatuan antar sesama anggota Gerakan Pramuka maupun kalangan di luar kepramukaan.


Macam-macam Salam Pramuka

Salam pramuka terbagi menjadi tiga macam, yaitu:

1.  Salam Biasa; 
Salam pramuka sebagai salam biasa adalah salam pramuka yang diberikan kepada sesama anggota Gerakan Pramuka. Dalam pemberian salam biasa tidak ada ketentuan siapa yang harus memberikan salam pramuka terlebih dahulu.

2. Salam Penghormatan; 
Salam pramuka sebagai salam penghormatan adalah salam pramuka yang diberikan kepada seseorang atau sesuatu yang jabatannya lebih tinggi. Orang atau sesuatu yang dapat diberikan salam penghormatan dengan menggunakans alam pramua adalah:

  • Bendera Merah Putih saat dikibarkan dan diturunkan
  • Kepala Negara dan wakil kepala negara, para duta negara, panglima tinggi, para menteri, dan pejabat lainnya
  • Jenazah yang sedang diusung atau dikuburkan.
  • Lagu kebangsaan Indonesia Raya saat sedang dikumandangkan dalam acara resmi.
  • Saat hendak memasuki makam pahlawan
3. Salam Janji; 
Salam pramuka sebagai salam janji adalah salam pramuka yang diberikan kepada anggota Gerakan Pramuka saat sedang dilantik. Pemberian salam ini dilakukan saat anggota yang dilantik mengucapkan Satya Pramuka (Trisatya atau Dwisatya). Salam janji juga diberikan saat pengucapan Satya Pramuka dalam acara Ulang Janji.

Cara Memberikan dan Membalas Salam Pramuka
Ada beberapa ketentuan dalam memberikan dan membalas salam pramuka. Ketentuan-ketentuan itu antara lain:
  • Secara umum sikap ketika memberikan salam pramuka adalah dengan berdiri, mengambil posisi sikap sempurna (siap), tangan kiri lurus dan mengepal di samping badan sedangkan tangan kanan diangkat pada pelipis. Posisi telapak tangan miring, terbuka, dengan punggung tangan di bagian atas dan kelima jari rapat.
  • Pemberian salam pramuka saat membawa tongkat adalah sebagai berikut:
    1. Saat memberikan salam biasa: tongkat diangkat dengan tangan kanan sedangkan tangan kiri diangkat di bawah dada dengan posisi telapak tangan terbuka, punggung tangan di bagian atas, dan kelima jari rapat.
    2. Saat memberikan salam penghormatan dan janji: tongkat dimiringkan dan dipengan dengan tangan kiri sedangkan pangkal tongkat tetap di posisi semula. Tangan kanan diangkat pada pelipis. Posisi telapak tangan miring, terbuka, dengan punggung tangan di bagian atas dan kelima jari rapat.
  • Dalam keadaan duduk, salam pramuka diberikan dengan merapatkan kedua kaki, lutut ditekuk, badan ditegakkan, tangan kiri rapat di sisi kiri tubuh sebatas siku dan lengan bawah diletakkan di atas paha. Sedangkan tangan kanan diangkat pada pelipis dengan posisi telapak tangan miring, terbuka, dengan punggung tangan di bagian atas dan kelima jari rapat.
  • Dalam keadaan yang tidak memungkinkan (terutama untuk pemberian salam pramuka sebagai salam biasa), salam pramuka dapat diberikan tanpa mengambil posisi sikap sempurna. Namun cukup dengan mengangkat tangan kanan pada pelipis dengan posisi telapak tangan miring, terbuka, dengan punggung tangan di bagian atas dan kelima jari rapat.
  • Saat memberikan salam pramuka sebagai salam biasa, sikap-sikap di atas disertai dengan ucapan “Salam Pramuka” yang diberikan secara lantang.
  • Saat memberikan salam pramuka sebagai salam penghormatan dan salam janji tidak perlu meneriakkan “salam pramuka”
Bagi setiap anggota Gerakan Pramuka yang menerima salam pramuka diwajibkan untuk menjawabnya. Cara menjawab salam pramuka adalah dengan mengambil sikap seperti ketentuan di atas (ketentuan sikap badan saat memberikan salam pramuka) disertai dengan mengucapkan kata “salam” dengan tegas.

Nah, itulah pembahasan materi pengetahuan kepramukaan singkat terkait dengan arti dan pengertian salam pramuka, maksud, tujuan, dan fungsi salam pramuka, macam-macam salam pramuka, serta tata cara pemberian salam pramuka dan membalasnya. Dengan memahami ini semua tentunya sekarang kita akan lebih membiasakan diri memberikan salam pramuka.

Dasadarma (Dasa Darma Pramuka)

 Dasadarma atau Dasa Darma Pramuka adalah salah satu bagian dari kode kehormatan bagi anggota Gerakan Pramuka sehingga sekaligus merupakan bagian tidak terpisahkan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Sebagaimana telah diketahui, Kode Kehormatan Pramuka (kode etik anggota Gerakan Pramuka) terdiri atas janji (komitmen diri) dan ketentuan moral pramuka. Ketentuan moral pramuka inilah yang kemudian disebut sebagai Darma Pramuka yang terdiri atas Dwidarma (untuk pramuka siaga) dan Dasadarma (untuk pramuka penggalang, penegak, pandega, dan anggota dewasa).

Dasadarma sering kali ditulis dan disebut dengan beberapa variasi yang berbeda. Ada yang menulis dan menyebutnya sebagai:

  • Dasa Dharma Pramuka
  • Dasa Darma Pramuka
  • Dasadharma Pramuka
  • Dasadarma Pramuka
  • Dasadarma
Menilik pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, penggunaan istilah yang benar adalah "Dasadarma". Tanpa kata "pramuka", tanpa dipisah dengan spasi, dan tanpa menggunakan huruf "h" pada bagian "darma". Penulisan dan penyebutan yang tanpa menggunakan huruf "h" dan dengan dirangkai lebih didasarkan pada penggunaan kaedah berbahasa yang benar sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Sedangkan "tanpa diikuti kata pramuka" karena dasadarma adalah bagian kode kehormatan yang dikhususkan pada beberapa golongan anggota pramuka tertentu, bukan pada semua pramuka (Darma Pramuka Siaga bukan Dasadarma tapi Dwidarma). Pun frasa "dasadarma" telah mengandung arti "ketentuan moral pramuka penggalang, penegak, pandega, dan dewasa" jika ditambahkan dengan kata pramuka lagi akan terjadi 'pemborosan penggunaan kata dalam berbahasa' karena berarti "ketentuan moral pramuka penggalang, penegak, pandega, dan dewasa pramuka".

Pengertian Dasadarma
Menurut bahasa "dasadarma" berasal dari kata "dasa" dan "darma". Dasa berasal dari bahasa Jawa yang mempunyai arti sepuluh sedangkan darma berasal dari bahasa Sanskerta yang mempunyai arti kewajiban, aturan, tugas hidup, kebenaran, dan kebajikan. Sehingga secara bahasa dasadarma dapat diartikan sebagai sepuluh kewajiban, aturan, dan kebajikan.

Berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, dasadarma dapat diartikan sebagai ketentuan moral bagi anggota Gerakan Pramuka golongan Penggalang, Penegak, Pandega, dan anggota dewasa. Ketentuan moral (Darma Pramuka) bersama dengan janji atau komitmen diri (Satya Pramuka) sendiri merupakan bagian dari kode kehormatan pramuka. Di samping Dasadarma, terdapat juga Dwidarma yaitu darma atau ketentuan moral bagi anggota Gerakan Pramuka Siaga.


Bunyi Dasadarma
Dasadarma telah mengalami beberapa kali perubahan atau perkembangan. Sejak tahun 1961, Dasadarma ini telah mengalami perkembangan hingga sebanyak 5 kali, yaitu: 
  1. Dasadarma sebagaimana lampiraan Keppres 238 Tahun 1961 yang digunakan pada tahun 1961-1966; 
  2. Dasadarma hasil Mukeranpuda (sekarang Munas) tahun 1966 yang digunakan pada tahun 1966 -1974
  3. Dasadarma amanat MPP 1970 dan Munas 1974 yang digunakan pada tahun 1974-1978
  4. Dasadarma hasil Munas 1978 yang digunakan pada tahun 1978-2009
  5. Dasadarma hasil Munas 2009 yang digunakan pada tahun 2009-sekarang
Pembahasan perkembangan Dasadarma dari yang pertama kali hingga yang terakhir akan dibahas dalam artikel tersendiri.

Adapun bunyi dasadarma yang digunakan saat ini adalah sebagaimana yang disusun dan tercantum dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Tahun 2009 (Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 203 Tahun 2009) yang kemudian ditegaskan lagi dalam Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Tahun 2012.

Bunyi dasadarma tersebut adalah sebagai berikut:

Dasadarma
  1. takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. cinta alam dan kasih-sayang sesama manusia
  3. patriot yang sopan dan kesatria
  4. patuh dan suka bermusyawarah
  5. rela menolong dan tabah
  6. rajin, terampil, dan gembira
  7. hemat, cermat, dan bersahaja
  8. disiplin, berani, dan setia
  9. bertanggung jawab dan dapat dipercaya
  10. suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan
Dari teks dasadarma tersebut bisa dilihat bahwa:
  • Frasa "dasadarma" dirangkai dan tidak mengunakan huruf "h"
  • Tidak diikuti dengan kata "Pramuka"
  • Tidak menggunakan kalimat "Pramuka itu:" sebelum penyebutan poin-poin dasadarma.
Terkait dengan makna dan pengamalan masing-masing poin dalam dasadarma akan dibahas dalam artikel tersendiri.

Kiranya itulah pembahasan mengenai dasadarma (Dasa Dharma Pramuka) mulai dari cara penulisan dan penyebutan yang benar, pengertian dasadarma, dan bunyi dasadarma. Semoga dengan mengenal itu semua mampu memotivasi para pramuka untuk menerapkan kesepuluh poin dalam dasadarma tersebut dalam kehidupan sehari-hari baik ketika mengenakan seragam pramuka maupun tidak.

Tanda Pengenal dalam Gerakan Pramuka

 Tanda Pengenal Gerakan Pramuka adalah tanda-tanda yang dikenakan pada pakaian seragam Pramuka yang dapat menunjukkan identitas seorang Pramuka. Baik identitas diri, satuan, kemampuan, tanggung jawab, daerah asal, wilayah tugas, kecakapannya, hingga tanda penghargaan yang dimilikinya.

Penggunaan tanda pengenal Gerakan Pramuka dimaksudkan untuk mengenal diri seorang Pramuka, satuan, tempat, wilayah, tugas, jabatan dan kecakapannya. Sedangkan fungsi penggunaanya adalah sebagai:

Alat pendidikan untuk memberi dorongan, gairah dan semangat para Pramuka, agar mereka berusaha meningkatkan kemampuan, karya, pribadi dan kehormatannya.

Alat Pengenal seorang Pramuka, satuan, tingkat kecakapan, jabatan, tempat atau wilayah tugasnya.

Tanda pengakuan dan pengesahan atas keanggotaan, tingkat kecakapan serta pemberian tanggung jawab, hak dan kewajiban kepada seorang anggota Gerakan Pramuka.

Tanda penghargaan kepada seseorang atas prestasi dan tindakannya, agar yang bersangkutan selalu menjaga dan memelihara nama baik pribadi dan organisasinya.


Macam, Contoh dan Penggolongan Tanda Pengenal

Tanda pengenal Gerakan Pramuka digolongkan menjadi lima kelompok tanda dengan macam dan contoh tanda sebagai berikut:

  • Tanda Umum
Tanda Umum adalah tanda yang dipakai secara umum oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang telah dilantik. Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Umum diantaranya adalah:
    1. Tanda Tutup Kepala
    2. Setangan Leher (Hasduk)
    3. Tanda Pelantikan
    4. Tanda Harian
    5. Tanda Kepramukaan Sedunia
  • Tanda Satuan
Tanda Satuan adalah tanda yang menunjukkan satuan, tempat atau lokasi tempat tinggal pemakainya. Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Satuan diantaranya adalah:

    1. Tanda Barung, Tanda Regu, Tanda Sangga, dan Tanda Satuan terkecil lainnya.
    2. Tanda Gugusdepan, Kwartir dan Majelis Pembimbing.
    3. Tanda Krida dan Tanda Satuan Karya.
    4. Lencana Daerah dan Tanda Wilayah.
    5. Tanda Satuan Pramuka Luar Biasa.
  • Tanda Jabatan
Tanda Jabatan adalah tanda yang menunjukkan jabatan dan tanggung jawab yang disandang dalam lingkup Gerakan Pramuka. Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Jabatan diantaranya adalah:
    1. Tanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin : Barung, Regu, Sangga, dan lain-lain.
    2. Tanda Pemimpin dan Wakil Pemimpin Krida dan Satuan Karya.
    3. Tanda Keanggotaan Dewan Kerja Penegak dan Pandega.
    4. Tanda Pembina dan Pembantu Pembina : Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega, serta Tanda Pembina Gugusdepan.
    5. Tanda Pelatih Pembina Pramuka
    6. Tanda Andalan dan Pembantu Andalan
  • Tanda Kecakapan
Tanda Kecakapan adalah tanda yang menunjukkan kecakapan, keterampilan, ketangkasan, kemampuan, sikap dan usaha seorang Pramuka dalam bidang tertentu, sesuai dengan golongan usianya. Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Kecakapan diantaranya adalah: 
 
1. Tanda Kecakapan Umum, meliputi:

    • Untuk Pramuka Siaga : Tingkat Mula, Bantu dan Tata
    • Untuk Pramuka Penggalang : Tingkat Ramu, Rakit, dan Terap
    • Untuk Pramuka Penegak : Tingkat Bantara dan Laksana
    • Untuk Pramuka Pandega : Tingkat Pandega
    • Untuk Pembina Pramuka : Tingkat Mahir Dasar dan Lanjutan.

2. Tanda Kecakapan Khusus, meliputi:

  • Untuk Pramuka Siaga : Tidak ada tingkatan
  • Untuk Pramuka Penggalang : Tingkat Purwa, Madya, dan Utama
  • Untuk Pramuka Penegak : Tingkat Purwa, Madya, dan Utama
  • Untuk Pramuka Pandega : Tingkat Purwa, Madya, dan Utama
  • Untuk Instruktur : Muda dan Dewasa
  • Untuk Pembina Pramuka : Tingkat Dasar dan Lanjutan.

 3. Tanda Pramuka Garuda, meliputi:

  • Untuk Pramuka Siaga
  • Untuk Pramuka Penggalang
  • Untuk Pramuka Penegak
  • Untuk Pramuka Pandega

 

  •  Tanda Kehormatan

Tanda Kehormatan adalah tanda yang menunjukkan jasa atau penghargaan yang diberikan kepada seseorang, atas jasa, darma bakti, dan lain-lainnya, yang dianggap cukup bermutu dan berguna bagi Gerakan Pramuka, Gerakan Kepramukaan Sedunia, masyarakat, bangsa, negara, dan umat manusia.

Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka untuk peserta didik, yaitu :

    1. Tanda Penghargaan (termasuk Tanda Ikut Serta Bakti Gotong Royong, Tanda Ikut Serta Kegiatan dan lain-lainnya).
    2. Bintang Tahunan
    3. Lencana Wiratama
    4. Lencana Teladan

Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka untuk orang dewasa, yaitu :
    1. Bintang Tahunan
    2. Lencana Pancawarsa
    3. Lencana Wiratama
    4. Lencana Jasa :
    5. Dharma Bakti
    6. Melati
    7. Tunas Kencana
Tanda Pengenal yang termasuk Tanda Penghargaan atau jasa dari badan di luar Gerakan Pramuka, misalnya dari :
    1. Organisasi Kepramukaan maupun badan lainnya, di dalam atau di luar negeri sepanjang hal-hal tersebut tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka, serta peraturan perundang-undangan Negara Republik Indonesia yang berlaku.
    2. Pemerintah Negara Lain
    3. Pemerintah Republik Indonesia.


Baca Juga:


Nah, itulah pengertian, pengelompokkan (penggolongan) dan macam-macam (contoh) tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka. Untuk lebih lengkapnya silakan download Keputusan Kwartir Nasional No. 055 Tahun 1982 Tentang Petunjuk Penyelelnggaraan Tanda Pengenal Gerakan Pramuka.

Atribut Pramuka Penggalang Putri: Daftar dan Cara Pemasangannya

 Atribut pramuka penggalang putri di pakaian seragam pramuka. Baik daftar atribut maupun cara pemasangan atribut bagi pramuka penggalang putri. Tentu, pemasangan atribut ini tidak boleh asal karena ada tata cara dan aturannya.

Bagaimana juga dengan pramuka penggalang putri yang mengenakan jilbab? Dan apa berbedaan antara atribut yang dikenakan oleh pramuka penggalang putri yang sekolah di SD dan SMP?

Atribut pramuka merujuk pada berbagai tanda pengenal yang dipasang pada pakaian seragam pramuka. Terkait dengan tanda pengenal atau atribut ini, sebelumnya Pramukaria telah menerbitkan artikel, Macam-Macam Tanda Pengenal dalam Gerakan Pramuka.


Jenis, daftar, dan cara pemasangan atribut pada pakaian seragam pramuka penggalang agak berbeda antara pramuka penggalang putra dan penggalang putri. Terdapat atribut yang sama tetapi ada juga yang berbeda baik pada bentuk maupun tata cara memasangnya.

Daftar dan Cara Pemasangan Atribut Pramuka Penggalang Putri

Tanda pengenal atau atribut untuk pramuka penggalang secara garis besar terdiri atas tanda tutup kepala, tanda WOSM (pandu dunia), tanda pelantikan, papan nama, tanda gudep, tanda lokasi, dan lencana daerah. selain itu, juga Tanda Kecakapan Umum Penggalang (manggar), Tanda Kecakapan Khusus (TKK), dan tanda jabatan (pratama, pemimpin regu, atau wakil pemimpin regu).

Berikut ini ada daftar dan cara pemasangan yang benar atribut pramuka penggalang putri di pakaian seragam pramuka.

1. Tanda Tutup Kepala

Tanda tutup topi pramuka penggalang puti berbentuk lingkaran dengan warna dasar merah, berbahan besi, plastik, atau sejenisnya. Di dalamnya memuat gambar tunas kelapa, padi dan kapas, serta tulisan Gerakan Pramuka. 

Pemasangan tanda tutup kepala ini disematkan di topi pramuka, tepat di tengah-tengah bagian depan.

Ini berbeda dengan penggalang putra di mana tanda tutup kepala berbentuk segi delapan dan dipasang di bagian kiri kabaret pramuka.

tanda tutup kepala termasuk salah satu tanda umum dalam sistem tanda pengenal gerakan pramuka. Sehingga tanda ini dikenakan oleh semua pramuka penggalang tanpa terkecuali.

2. Tanda Pandu Dunia (WOSM)

Pada pramuka penggalang putri, tanda pandu dunia atau WOSM berbentuk lingkaran  dengan warna dasar ungu.

Tanda pandu dunia untuk pramuka penggalang putri di pasang di kerah baju sebelah kanan.

Bentuk dan pemasangannya ini berbeda dengan pramuka putra. Di mana untuk pramuka putra tanda WOSM berbentuk bujur sangkar dan dipasang di dada sebelah kanan.

Sebagaimana tanda tutup kepala, tanda pandu dunia termasuk tanda umum dalam gerakan pramuka. Sehingga tanda ini dikenakan oleh semua anggota pramuka.

3. Tanda Pelantikan

Tanda pelantikan penggalang putra dan putri berbeda. Bagi pramuka penggalang putri, tanda pelantikan berbentuk lingkaran dengan warna dadar cokelat tua. 

Tanda pelantikan pada pakaian seragam pramuka penggalang putri dipasang di kerah baju sebelah kiri, berseberangan dengan tanda pandu dunia.

Tanda pelantikan pun termasuk dalam kelompok tanda umum. Sehingga tanda pelantikan ini dikenakan oleh semua anggota pramuka penggalang.

4. Tanda Regu

Tanda regu penggalang putra dan putri memiliki bentuk dan cara pemasangan yang sama. Sama-sama berbentuk bujur sangkar. Bedanya, untuk penggalang putri di dalamnya memuat gambar siluet bunga  sedangkan untuk penggalang putra berupa siluet binatang.

Gambar pada tanda regu ini tentunya disesuaikan dengan nama regunya masing-masing. Jika regunya melati maka gambarnya adalah siluet bunga melati, pun jika anggota regu kenanga maka gambarnya adalah siluet bunga kenanga

Tanda regu, pada pakaian seragam pramuka, dipasang di lengan baju kiri di bagian paling atas. Tepat di atas Tanda Kecakapan Umum (TKU). 

5. Tanda Kecakapan Umum

Tanda Kecakapan Umum Pramuka Penggalang, biasa disebut manggar, mempunyai bentuk dan pemasangan yang sama antara penggalang putra dan putri. Bentuknya menyerupai huruf V berwarna dasar merah. Di dalamnya terdapat gambar manggar kelapa berwarna putih.

TKU Penggalang terdiri atas tiga tingkatan yaitu Ramu dengan satu manggar, Rakit (dua manggar), dan Terap (tiga manggar).

Tanda Kecakapan Umum hanya boleh digunakan setelah seorang pramuka menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) untuk setiap tingkatnya. Jadi seorang pramuka penggalang putri yang belum dilantik dan menyelesaikan SKU Penggalang Ramu maka tidak perlu mengenakan tanda ini pada pakaian seragamnya. 

Pemasangan TKU pada lengan baju kiri di bagian bawah tanda regu.

6. Tanda Lokasi Kwarcab

Tanda lokasi kwarcab merupakan atribut pada pakaian seragam pramuka yang memuat nama Kwartir Cabang (kabupaten atau kota) di mana seorang pramuka tergabung. Berwarna dasar putih dengan tulisan nama kabupaten atau kota berwarna merah.

Tanda Lokasi Kwarcab memiliki bentuk dan cara pemasangan yang sama untuk semua anggota pramuka baik siaga, penggalang, penegak, pandega, maupun pembina. Pun bagi pramuka putra maupun puti. Pemasangannya pada lengan baju kanan di bagian paling atas, tepat di atas tanda gudep.

7. Tanda Gudep

Tanda gudep berbentuk persegi panjang berwarna dasar putih dengan memuat kode Kwartir ranting dan gugus depan dimana seorang pramuka bergabung.

Untuk pramuka penggalang putri, pemasangannya pada lengan baju kanan di antara tanda lokasi kwarcab dan lencana daerah. 

Bentuk dan cara pemasangan ini berlaku juga untuk tingkatan pramuka lainnya.

8. Lencana Daerah

Lencana daerah disebut juga badge daerah merupakan atribut pramuka yang memuat lambang Kwartir Daerah (provinsi) di mana pramuka tersebut tinggal.

Lencana daerah berbentuk perisai dengan nama provinsi di bagian atasnya. Layaknya tanda lokasi kwarcab tanda ini memiliki aturan bentuk dan pemasangan yang sama untuk semua tingkatan pramuka dan jenis kelamin.

Pemasangan lencana daerah adalah pada lengan baju kanan, tepat di bawah tanda gudep.

9. Tanda Kecakapan Khusus

Tanda Kecakapan Khusus atau TKK pramuka penggalang memiliki tiga bentuk sesuai tingkatannya. Yaitu Purwa berbentuk lingkaran, Madya (persegi), dan Utama (segi lima). TKK memuat gambar sesuai keterampilan, kecakapan, dan keahlian yang dimiliki.

TKK hanya dikenakan oleh pramuka yang telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Khusus.

TKK dipasang di lengan baju kanan di sebelah kanan, kiri, dan bawah Lencana Daerah. Pada lengan baju ini, paling banyak dipasang lima buah TKK.

Cara pemasangan TKK pada pakaian seragam ini tidak hanya berlaku pada anggota pramuka penggalang putri saja tetapi juga untuk anggota putra.

10. Papan Nama

Papan nama merupakan atribut pramuka berbentuk persegi panjang berwarna cokelat muda dengan tulisan nama diri pemiliknya.

Papan nama dipasang di dada sebelah kiri. Untuk pramuka penggalang putri, pemasangannya tepat di atas saku baju.

11. Tanda Jabatan

Tanda jabatan pada seorang pramuka penggalang terdiri atas tiga jenis yaitu tanda Pratama (bersusun tiga), tanda Pemimpin Regu (bersusun dua), dan tanda Wakil Pemimpin Regu (satu susun). Ketiganya berwarna merah.

Sesuai namanya, tanda jabatan dikenakan oleh pramuka penggalang yang menjabat sebagai Pratama dalam pasukan penggalang, atau sebagai pemimpin regu dan wakil pemimpin regu dalam regunya.

Pemasangannya di saku baju kiri.

12. Kacu Leher

Mulai tahun 2012, bentuk kacu leher pramuka putri sama dengan pramuka putra. Yakni berbentuk segitiga dengan dilipat sehingga warna merah dan putihnya membentuk pola. Baca: Setangan Leher Pramuka Ukuran dan Cara Memakai

Atribut Pramuka Penggalang Putri Berjilbab

Bagaimana dengan pramuka penggalang yang mengenakan jilbab. Apakah atribut yang dikenakan tetap sama atau justru berbeda?

Jawabnya singkat, sama.

Tidak ada perbedaan antara atribut bagi pramuka penggalang yang mengenakan jilbab maupun tidak.

Pun, dalam pemakaian topi pramuka, pramuka penggalang putri yang mengenakan jilbab tetap harus mengenakan topi pramuka lengkap dengan tanda tutup kepalanya.

Yang sedikit berbeda adalah cara mengenakan kacu leher atau setangan leher pramuka. Dimana bagi pramuka putri yang mengenakan jilbab bisa mengenakan kacu leher dengan salah satu di antara dua cara yakni di kerah baju atau dikalungkan di luar jilbabnya.


Atribut Pramuka Penggalang Putri SD dan SMP

Pertanyaan berikutnya adalah apakah ada perbedaan antara atribut yang digunakan oleh pramuka penggalang SD dan SMP, khususnya penggalang putri?

Jawabnya, tidak ada perbedaan.

Itulah atribut pramuka penggalang putri. Baik daftar atribut maupun aturan dan cara pemasangannya di pakaian seragam pramuka penggalang. Pun terkait dengan perbedaan antara atribut pramuka penggalang di SD dan di SMP, juga penggalang putri yang berjilbab dan tidak mengenakan jilbab.