HUT PRAMUKA KE-63

Penerima Tanda Penghargaan Bintang Tahunan

Foto Kegiatan Matsama 2024

Adik-adik peserta didik baru tengah menerima arahan dari para anggota Dewan Penggalang pada saat permainan

Penganugerahan Bintang Tahunan

Beberapa anggota penggalang menerima penghagaan Bintang Tahunan pada saat upacara HUT Pramuka

Lomba Tingkat I Tahun 2024

Peserta tengah mengikuti salah satu mata lomba Packing Bag

Lomba Tingkat II Tahun 2023

Para anggota berfoto bersama selepas melakasanakan Lomba pada LT II Tahun 2023

Lomba Tingkat I Tahun 2024

Laporan Panitia LT I 2024

Tuesday, August 27, 2024

Video Tata Cara Baris Berbaris Pramuka

Video tata cara baris berbaris pramuka ini merupakan tiga seri video tentang tata cara dan panduan PBB (Peraturan Baris Berbaris) dalam kepramukaan. Video yang dibuat oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ini dapat ditonton langsung via youtube atau pun didownload gratis.

Video tentang baris berbaris ini menjadi video instruksional yang akan sangat bermanfaat sebagai acuan dan panduan para pramuka Indonesia untuk berlatih teknik kepramukaan bidang baris berbaris.



Langsung simak saja video instruksional dan tutorial tentang tata cara baris berbaris bagian pertama berikut:










Untuk melengkapi terkait Peraturan Baris Berbaris menurut Perpang Nomor 58 Tahun 2018, silahkan DOWNLOAD DISINI 

Tuesday, August 20, 2024

Informasi Resmi Kwarnas Penggunaan Logo WOSM Yang Baru

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka telah menerbitkan surat edaran dengan nomor 0334-00-J tertanggal 15 Agustus 2024, tentang Logo baru World Organization of the Scout Movement (WOSM).

Berkaitan dengan pengantian logo tersebut, Kwartir Nasional memberikan informasi dan himbauan, adapun point penting antara lain :

  1. Proses Pergantian logo dan Slogan WOSM, telah disahkan secara resmi melalui keputusan World Scout Committee pada Mei 2024.
  2. Slogan WOSM yang sebelumnya “creating a better world”/ ”menciptakan dunia yang lebih baik”,  diganti menjadi “ready for life”/”siap untuk kehidupan”.
  3. Sebagai anggota WOSM, Gerakan Pramuka perlu melaksanakan penyesuaian logo WOSM yang baru
  4. Menginstruksikan penggunaan logo WOSM pada administrasi Gerakan Pramuka, pakaian seragam Pramuka, serta seluruh kegiatan kepramukaan menyesuaikan dengan logo tersebut.
  5. Produksi logo WOSM baru harus dengan persetujuan WOSM c.q. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
  6. Pengadaan logo WOSM baru pada pakaian seragam Pramuka selanjutnya akan secara resmi diproduksi dan diumumkan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
  7. Masa penyesuaian dengan logo WOSM baru diharapkan telah selesai maksimal dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak surat edaran diterima atau maksimal pada Agustus 2025.
Aplikasi Logo Full Ungu
Aplikasi Logo Hitam Putih
Aplikasi Warna Logo Ungu


Aplikasi Slogan Ungu


Aplikasi Slogan Hitam


Selanjutnya lebih detail, surat edaran Kwartir Nasional terkait dengan Pengantian Logo dan Slogan WOSM dapat diunduh disini
Panduan lengkap penggunaan logo WOSM baru dapat diakses pada tautan brand.scout.org

Friday, August 16, 2024

Panduan Materi SKU Penggalang Ramu

Panduan Materi SKU Pramuka Penggalang Ramu ini adalah panduan materi dan indikator pencapaian SKU sebagai pedoman bagi pembina penggalang dalam menguji maupun sebagai panduan bagi para calon penggalang dalam mempersiapkan diri agar dapat menyelesaikan pengisian SKU dengan mudah.

Panduan materi SKU Penggalang ini disesuaikan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 199 Tahun 2011 tentang Panduan Penyelesaian SKU Golongan Penggalang. SK ini sebagai pelengkap SK Kwarnas No 198 Tahun 2011 tentang Syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang.

Penggalang sedang mengujikan SKU

Dalam artikel ini dikhususkan membahas materi-materi dan syarat-syarat dalam SKU Penggalang Ramu. Sedangkan untuk mempelajari lebih jauh tentang Syarat Kecakapan Umum Penggalang, beserta tingkatan dan Tanda Kecakapannya, baca:

Materi SKU Pramuka Penggalang Ramu

Materi Syarat Kecakapan Umum (SKU) Pramuka Penggalang Ramu terdiri atas 30 nomor yang masing-masing nomor memiliki indikator pencapaian (Pencapaian pengisian SKU) masing-masing. Adapun SKU Penggalang Ramu selengkapnya adalah sebagai berikut:

1. Selalu taat menjalankan ibadah agamanya secara pribadi ataupun berjamaah
Pencapaian Pengisian SKU:
    • Pemberian penugasan pengamatan kepada Orang Tua, akan kebiasaan putera/puterinya menjalankan ibadah di rumah
    • Tahu sebutan nama pemimpin umat dari setiap golongan agama

BACA: Sebutan Nama Pemimpin Agama di Indonesia

2. Dapat mengetahui dan dapat menjelaskan hari - hari besar agama

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Menyebutkan hari libur nasional keagamaan di Indonesia, sesuai golongan agamanya
  • Menyebutkan hari keagamaan nasional di Indonesia, sesuai golongan agamanya

BACA : Hari Besar Agama dan Libur Keagamaan

3. Dapat menyebutkan agama-agama yang ada di Indonesia serta nama tempat ibadahnya

Pencapaian Pengisian SKU:
  • Dapat menggambarkan lambang/ikon dari setiap agama di Indonesia
  • Dapat menyebutkan waktu pelaksanaan ibadah dari masing-masing golongan agama

4. Agama Islam:     
Dapat melakukan mandi wajib dan mengerti penyebabnya;  
  • Dapat melakukan sholat berjamaah;  
  • Dapat menghafal 5 (lima) macam doa harian dan hafal 5 (lima) surat-surat pendek.

BACA: Penyebab dan Cara Mandi Wajib

 5. Dapat menjelaskan tentang Emosi

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Dapat menjelaskan macam-macam Emosi di depan regunya
  • Dapat menjelaskan penyebab emosi didepan regunya
  • Dapat memahami pendapat orang lain dalam pertemuan regu

6. Dapat menyampaikan pendapat dengan benar dalam suatu pertemuan Pasukan Penggalang

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Dapat menyampaikan pendapat dengan benar dalam suatu pertemuan pasukan

7. Dapat mengetahui dan menjelaskan manfaat dari penghijauan

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Dapat menyebutkan minimal 5 manfaat penghijauan
  • Dapat menyebutkan fungsi dan manfaat dari Pohon dan tetumbuhan

BACA : Mengetahui Manfaat Penghijauan

8. Dapat mengetahui dan memahami tentang hak perlindungan anak.

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Telah mengetahui dan memahami tentang hak perlindungan anak

BACA : Hak Perlindungan Anak

9. Ikut serta dalam kegiatan Perkemahan Penggalang minimal 2 hari, sesuai dengan standar perkemahan

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Dapat menunjukan bukti fisik ikut serta perkemahan di gugusdepannya atau kwartir
  • Membuat laporan mengikuti perkemahan

 

10. Dapat menyebutkan tanda-tanda pengenal  Gerakan Pramuka sesuai dengan golongan dan tingkatannya

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Dapat menyebutkan tanda-tanda pengenal umum dalam Gerakan Pramuka
  • Dapat menunjukkan penempatan tanda-tanda pengenal pada baju seragam Pramuka sesuai golongannya

 

 11. Mengetahui nama ketua RT hingga Lurah, Camat dan tokoh masyarakat atau setingkatnya di tempat tinggalnya.

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Dapat menyebut nama dan alamat tinggal pejabat RT hingga Lurah yang dibuktikan dengan tanda tangan dan stempel
  • Dapat menyebutkan tokoh masyarakat di tempat tinggalnya


 12. Dapat mengetahui dan menyebutkan Kode Kehormatan Pramuka Penggalang

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Dapat menuliskan Tri Satya golongan Penggalang pada secarik kertas
  • Dapat menunjukkan sikap yang benar pada saat pengucapan Tri Satya
  • Dapat menuliskan Dasa Darma Pramuka pada secarik kertas

BACA: Kode Kehormatan Pramuka

BACA : Dasadarma Pramuka

 

 13. Rajin dan giat mengikuti latihan pasukan Penggalang sekurang-kurangnya 8 kali latihan berturut-turut

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Dapat menunjukkan presensi kehadiran selama 8 kali berturut-turut


14. Tahu tentang : (1) Salam Pramuka. (2) Motto, (3) Arti Lambang Gerakan Pramuka.

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Dapat menyebutkan: kepada siapa saja  pemberian Salam/hormat Pramuka
  • Dapat menyebutkan Motto Gerakan Pramuka
  • Dapat menggambar lambang Gerakan Pramuka
  • Tahu Pencipta Lambang Gerakan Pramuka

 

 15. Dapat menjelaskan sejarah dan kiasan warna serta cara menggunakan bendera merah putih

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Tahu macam-macam ukuran dan penempatan kegunaan bendera merah putih
  • Tahu cara menaikkan dan menurun kan bendera 1/2 tiang
  • Tahu waktu pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih 
  • Tahu kapan pertama kali bendera Merah Putih dikibarkan.

BACA : Sejarah Bendera Merah Putih

 

16. Dapat menjelaskan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan sikap yang benar serta dapat menyanyikan 2 lagu wajib Nasional dan 1 lagu daerah nusantara

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Dapat menuliskan Lagu Indonesia Raya bait 1 pada selembar kertas
  • Tahu pencipta Lagu Indonesia Raya dan tahun ciptaanya
  • Pernah menyanyikan Lagu Indonesia Raya di depan Pasukan Penggalang pada waktu Upacara Bendera
  • Dapat menyanyikan 2 lagu wajib Nasional dan 1 lagu daerah nusantara

BACA : Kumpulan Lagu Wajib Nasional Indonsia

BACA: Peraturan Penggunaan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

 17. Dapat menjelaskan tentang  lambang Negara RI

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Dapat menyebutkan di mana saja penggunaan lambang Indonesia
  • Tahu lambang-lambang 5 (lima) dasar Pancasila
  • Tahu penempatan lambang-lambang tersebut pada perisai Burung Garuda

BACA : Penggunaan Lambang Negara Garuda Pancasila 

18. Dapat menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Pemberian penugasan pengamatan kepada Orang Tua, akan kebiasaan putera/puterinya di rumah dalam menggunakan Bahasa Indonesia

19. Telah menabung secara rutin dan setia membayar uang iuran untuk regunya yang diperoleh dari usahanya sendiri

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Memiliki Buku Tabungan Individu maupun Regu
  • Dapat menjelaskan fungsi menabung

 20. Dapat menyebutkan  dan menjelaskan manfaat sedikitnya 2 jenis alat teknologi informasi modern

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Dapat menyebutkan peralatan yang masuk kategori teknologi modern dan manfaatnya  contoh Komputer dan telpon seluler

 21. Dapat mengenal dan memilah sampah

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Dapat memilah golongan sampah basah dan kering
  • Dapat menyebutkan 3 langkah pengelolaan sampah di rumah tangga
  • Dapat menyebutkan sampah organik mudah busuk
  • Dapat menyebutkan sampah anorganik tidak mudah busuk

BACA : Memilah dan Mengolah Sampah

 22. Dapat menjelaskan teknik penjernihan air

Pencapaian Pengisian SKU:

  • Dapat menyebutkan 3 macam jenis penjernihan air
  • Dapat menyebutkan minimal 5 teknik penyaringan air

BACATeknik Penjernihan dan Penyaringan Air

23. Dapat membuat dan menggunakan simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, simpul tiang, simpul pangkal dan dapat menyusuk tali, membuat ikatan serta menyambung dua tongkat

Pencapaian Pengisian SKU:

  1. Dapat membuat simpul-simpul
  2. Dapat mengikat 3 (tiga) batang tongkat pramuka menjadi satu bagian
  3. Dapat menyambung 2 (dua) utas tali sesuai dengan fungsi dan gunanya 
  4. Dapat menjelaskan fungsi dari masing-masing simpul
  5. Dapat menyebutkan jumlah ikatan yang diketahui

BACA: Simpul-simpul dalam Pramuka

BACA: Ikatan dalam Tali Temali Pramuka

 

 24. Dapat menjelaskan kompas, menaksir tinggi dan lebar

Pencapaian Pengisian SKU:

  1. Dapat menyebut 16 arah mata angin dan besaran derajatnya dengan kompas
  2. Tahu dan dapat menyebut jenis-jenis kompas
  3. Dapat menjelaskan alasan jarum magnet kompas selalu ke arah Utara
  4. Dapat melakukan  kegiatan menaksir tinggi pohon dan lebar sungai
  5. Dapat menunjukkan arah mata angin tanpa menggunakan kompas

BACA: Menaksir Tinggi

BACA: Menaksir Lebar Sungai


 25. Mengenal macam-macam sandi, isyarat morse dan semaphore

Pencapaian Pengisian SKU:

  1. Dapat menyebutkan macam-macam sandi
  2. Dapat menunjukkan perbedaan bendera semaphore dan Morse
  3. Tahu ukuran bendera sempahore dan morse 
  4. Dapat menunjukkan sikap yang benar ketika mengirim dan menerima berita

BACA: Sandi-sandi dalam Pramuka

BACA: Belajar Cepat Semaphore


 26. Selalu berpakaian rapi, memelihara kesehatan dan kebersihan diri serta lingkungannya

Pencapaian Pengisian SKU:

  1. Selalu menggunakan seragam Pramuka yang bersih dan rapih serta sesuai dengan peraturannya
  2. Pernah memelihara kesehatan dan kebersihan lingkungannya
  3. Selalu menjaga kebersihan dan kesehatan diri


 27. Dapat baris-berbaris

Pencapaian Pengisian SKU:

  1. Dapat melakukan gerakan aba-aba di tempat dengan baik dan benar: a) siap, b) istirahat ditempat, c) hadap kanan, d) hadap kiri, e) balik kanan, f) lencang depan, g) lencang kanan
  2. Dapat melakukan perintah aba-aba maju jalan, berhenti, dll
  3. Dapat  melakukan baris-berbaris  dengan membawa tongkat

BACA: Tutorial Tata Cara PBB

 28. Dapat menjelaskan sedikitnya 3 cabang olahraga dan dapat melakukan 2 jenis cabang olah raga, salah satunya olahraga Renang

Pencapaian Pengisian SKU:

  1. Dapat menyebutkan pembagian macam/jenis olah raga
  2. Dapat menyebutkan cabang olahraga modern

 29. Mengetahui adanya perbedaan perkembangan fisik tubuh

Pencapaian Pengisian SKU:

  1. Mengenal ciri-ciri dasar fisik, seperti: a) Bentuk badan ; b) Bentuk muka  c) Ukuran tubuh ; d) Bentuk kaki
  2. Sikap membuka diri terhadap satu sama lain merupakan sikap…  a. Sikap eksklusif ; b.  Sikap terbuka ; c. Sikap optimis ; d. Sikap inklusif

 30. Selalu melakukan aktivitas fisik tiap hari sedikitnya 30 menit

Pencapaian Pengisian SKU:

  1. Rajin melakukan aktifitas fisik tiap hari sedikitnya 30 menit dan dapat menunjukan buktinya

Beberapa syarat SKU Penggalang Ramu di atas dapat dipelajari dengan membuka artikel-artikel di blog Pramuka ini. Untuk menuju artikel perhatikan dan klik link (tautan) yang disertakan di akhir setiap nomor syarat kecakapan. 

Namun jika belum tersedia, tentunya sebagai seorang pramuka tidak akan kehilangan semangat untuk terus belajar dan menempa diri. Teruslah semangat!

Menaksir Lebar

 Menaksir lebar semisal lebar sungai, menjadi salah satu teknik kepramukaan yang mengasyikkan. Apalagi banyak cara dan metode yang bisa digunakan untuk menaksir lebar. Untuk menaksir lebar para pramuka bisa memilih metode perbandingan segitiga, segitiga siku-siku (45 derajat), 1/4 lingkaran, gelombang parabola, dan metode lainnya. Dan kali ini Blog Pramuka akan menguraikan cara menaksir lebar sungai dengan metode perbandingan segitiga.

Menaksir sendiri merupakan aktifitas “menentukan sesuatu (harga, banyaknya, jumlah, ukuran, dan sebagainya) dengan kira-kira”. Dari pengertian itu menaksir lebar dapat diartikan sebagai mengira-ngira lebar suatu obyek. Dalam kepramukaan banyak jenis ketrampilan menaksir seperti menaksir tinggi, menaksir lebar, menaksir kecepatan, menaksir kedalaman, menaksir berat, dan lain-lain.

Menaksir, termasuk menaksir lebar, selain akan sangat berguna saat dipraktekkan dalam kegiatan di alam terbuka pun termasuk salah satu materi dalam Syarat Kecakapan Umum terutama SKU Penggalang Ramu dan SKU Penggalang Terap sebagaimana SK Kwarnas No. 198 Tahun 2011. 


Melakukan Penaksiran Lebar dengan Metode Perbandingan Segitiga

Sebagaimana disampaikan di awal tulisan, banyak metode dan cara yang bisa dilakukan untuk melakukan penaksiran lebar. Salah satu metode menaksir lebar adalah dengan menggunakan metode perbandingan segitiga. Cara ini dianggap lebih sistematis, akurat, serta mudah. Sehingga selain hasil yang dihasilkan mendekati kenyataan, pelaporan kinerja akan lebih sistematis serta memudahkan dalam penilaian dan verifikasi ulang.

Dengan metode perbandingan segitiga ini, penaksiran dapat dilakukan menyesuaikan dengan kondisi dan luas medan karena rumus perbandingan yang digunakan bersifat fleksibel.

Untuk melakukan penaksiran lebar dengan menggunakan metode perbandingan segitiga lihat gambar dan langkah-langkah berikut ini:


Langkah-langkah menaksir lebar sungai:

  1. Tentukan titik di seberang sungai yang mudah diingat semisal terdapat pohon, batu, bangunan, atau rumpun semak. Ini berguna saat nanti dilakukan pengintaian di langkah selanjutnya. Namai titik itu sebagai titik "A".
  2. Tentutan titik "B" yang sejajar dengan titik "A". Tandai titik "B" dengan cara salah satu teman berdiri di atasnya atau dengan obyek lain semisal tongkat yang ditancapkan.
  3. Tentukan titik "C" sambil mengukur jaraknya (bisa dengan langkah atau tongkat) dengan menyusuri tepi sungai. Jarak antara titik "B" dan "C" terserah. Ingat, antara titik "A, B, dan C" harus membentuk segitiga siku-siku dengan siku-siku berada di titik "B".
  4. Tandai titik "C" sebagaimana cara menandai titik "B".
  5. Tentukan titik "D" dengan cara berjalan kembali sejauh setengah dari jarak "BC" sehingga "CD = 1/2 BC". Seumpama jarak BC adalah 8 meter maka jarak CD sejauh 4 meter. Ingat, antara titik "B, C, dan D" harus merupakan garis lurus.
  6. Tentukan titik "E" dengan cara berjalan ke arah kiri sehingga antara titik "C", "D", dan "E" terbentuk segitiga siku-siku dengan sudut siku-siku di titik "D".
  7. Saat berjalan menuju titik "E" intai atau bidik titik "A" melewati titik "C" sehingga antara titik "E", "C", dan "A" terbentuk garis lurus. Jika telah terbentuk garis lurus berhentilah dan tandai itu sebagai titik "E".
  8. Ukur jarak antara titik "D" dan "E"
  9. Untuk menghitung taksiran lebar sungai tinggal mengalikan dua jarak DE. Sehingga jika jarak DE adalah 4,3 meter maka lebar sungai adalah 2 X 4,3 = 8,6 meter.

Sekarang tinggal membuat laporan penaksiran lebar sungai seperti berikut:



Menaksir Tinggi

 Menaksir tinggi merupakan salah satu materi teknik kepramukaan yang wajib diketahui. Menaksir tinggi akan sangat berguna saat melakukan kegiatan di alam terbuka. Pun di samping itu, materi menaksir termasuk salah satu materi yang diujikan dalam SKU Pramuka Penggalang. Dalam Syarat Kecakapan Umum Pramuka Penggalang sebagaimana SK Kwarnas No. 198 Tahun 2011, ketrampilan menaksir tinggi menjadi salah satu syarat kecakapan yang diujikan pada SKU Pramuka Penggalang Ramu dan Terap, yaitu:

  • Dapat menjelaskan kompas, menaksir tinggi dan lebar (SKU Penggalang Ramu; kecakapan nomor ke-24)
  • Dapat membuat peta perjalanan, peta lapangan,  menjelaskan rumus menaksir: tinggi, lebar, kecepatan dan kedalaman (SKU Penggalang Terap; kecakapan nomor ke-24)

Oleh karena itu, materi dan tata cara menaksir tinggi wajib dikuasai oleh setiap pramuka terutama bagi pramuka penggalang.

Menaksir sendiri dapat diartikan sebagai “menentukan sesuatu (harga, banyaknya, jumlah, ukuran, dan sebagainya) dengan kira-kira”. Sehingga menaksir tinggi dapat diartikan sebagai menentukan ukuran tinggi sebuah obyek dengan kira-kira. Karena sifatnya yang “kira-kira” maka menaksir jelaslah berbeda dengan mengukur. Dalam menaksir tinggi kita dituntut untuk mengetahui (menentukan) sebuah ukuran tinggi sebuah obyek dengan menggunakan alat seadanya



  • Kita berjalan dari pohon sejauh 11 meter, sebut saja titik B.
  • Di titik B, berdiri seorang kawanmu (diam) dengan sebatang tongkat yang sudah diberi skala (ukuran). Lalu kita maju 1 meter ke titik C.
  • Di titik C, kita bertiarap dan intai ujung atas pohon melalui sisi tongkat. Perhatikan tinggi pohon terletak dimana pada tongkat. Sebut itu titik D. Tinggi pohon adalah titik E.
  • Maka tinggi pohon (AE) adalah 12 x BD
  • Rumus tingginya AE=12BD





Jenis-jenis Ikatan dalam Tali Temali

 Jenis-jenis ikatan yang digunakan dalam tali temali dan pionering oleh pramuka itu apa saja?. Terkadang saat melihat sebuah pionering yang sudah berdiri megah kita menjadi bingung dengan jenis simpul dan ikatan yang dipergunakan, seakan ribet sekali. Padahal, dalam tali temali maupun pionering yang dipraktekkan dalam kepramukaan, pada intinya hanya menggunakan 4 jenis ikatan. Ikatan pun menjadi salah satu materi pramuka teknik kepramukaan yang mendasar dan sangat sering digunakan.

Keempat jenis ikatan tersebut adalah ikatan palang, ikatan silang, ikatan canggah, dan ikatan kaki tiga. Dalam kesempatan kali ini kita akan mencoba mempraktekkan membuat masing-masing dari jenis ikatan tersebut. Ikatan dalam tali temali sendiri mempunyai arti sebagai rangkaian tali dengan susunan tertentu yang digunakan untuk menautkan (mengikat) dua atau lebih benda lain.

Ikatan Palang (Square Lashing)
Ikatan palang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai square lashing merupakan sebuah ikatan yang berfungsi untuk menautkan dua tongkat pramuka atau kayu yang posisinya saling tegak lurus. Penggunaannya seperti untuk membuat kerangka dragbar (tandu), dll. Untuk membuat ikatan palang, berikut adalah langkah-langkahnya:
  1. Buatlah simpul pangkal di salah satu tongkat. Belitkan sisa utas tali yang pendek ke utas tali yang panjang.
  2. Belitkan tali sedemikian rupa (lihat gambar poin “b” dan “c”) pada kedua tongkat. Bagian atas, jejerkan lilitan tali kedua di sebelah dalam lilitan kedua, demikian selanjutnya).
  3. Setelah sekitar empat lilit (atau sesuai kebutuhan), ganti arah putaran tali dan lilitkan di antara dua tongkat (lihat gambar “c” dan “d”)
  4. Akhiri ikatan dengan simpul pangkal di tongkat yang berbeda dengan yang disimpul pangkal pada pertama ikatan (lihat gambar “e” dan “f”)


Video tutorial cara membuat ikatan palang:


Ikatan Silang (Cross Lashing)
Ikatan silang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai cross lashing. Kegunaan dari ikatan ini adalah untuk menautkan dua buah tongkat atau kayu yang posisinya bersilangan. Umumnya sudut yang terbentuk dari dua buah tongkat tersebut tidak tegak lurus atau 90 derajat. Jika tegak lurus gunakanlah ikatan palang. Untuk membuat ikatan silang ikutilah langkah-langkah berikut:
  1. Buatlah simpul tambat di persilangan kedua tongkat.
  2. Belitkan tali antara sudut samping sebanyak empat kali (atau lebih sesuai kebutuhan).
  3. Ganti belitkan tali antara sudut atas-bawah sebanyak empat kali (atau lebih sesuai kebutuhan).
  4. Akhiri ikatan silang dengan membuat simpul pangkal di salah satu kayu atau tongkat.




Ikatan Canggah
Ikatan Canggah digunakan untuk menyambung dua buah tongkat secara lurus. Penggunaan ikatan canggah seperti untuk membuat tiang bendera dengan sambungan tongkat. Terdapat beberapa versi ikatan canggah, namun yang lebih sering digunakan adalah sebagaimana langkah-langkah berikut:
  1. Buatlah sosok di antara dua tongkat yang disambung.
  2. Utas tali yang panjang dililitkan mengitari kedua tongkat. Lilit hingga bagian akhir persambungan.
  3. Masukkan utas tali ke dalam sosok yang dibuat pada langkah pertama tadi (gbr. 2)
  4. Tarik ujung tali sehingga sosok masuk ke dalam lilitan (gambar 2)
  5. Utas tali yang bawah simpul dengan simpul pangkal


Ikatan Kaki Tiga (Tripod Lashing)
Ikatan kaki tiga digunakan untuk menggabungkan tiga buah kayu atau tongkat dengan posisi saling lurus atau untuk membentuk kaki tiga. Untuk membuat ikatan kaki tiga ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Susun tongkat secara sejajar.
  2. Buatlah simpul pangkal di salah satu tongkat terluar.
  3. Belitkan tali membentuk anyaman pada ketiga tongkat (gbr. 3 –4)
  4. Belitkan tali secara menyilang mengikat anyaman antara tongkat pertama dan kedua (gbr. 5-6)
  5. Lakukan hal serupa antara tongkat kedua dan ketiga (gbr. 7-8)
  6. Buatlah simpul anyam di tongkat terluar (yang berbeda tongkat dengan simpul anyam pertama) (gbr. 9-12)


Itulah cara membuat ikatan palang, ikatan silang, ikatan canggah, dan ikatan kaki tiga. Jika gambar kurang jelas atau terlalu kecil, silakan klik kanan kemudian klik ‘buka tautan di tab baru’ untuk memperoleh gambar dengan ukuran yang lebih besar. Semoga teknik kepramukaan mengenai ikatan dalam tali temali dan pionering yang biasa digunakan pramuka ini membantu kita menguasai teknik kepramukaan.


Thursday, August 15, 2024

Contoh Model Pionering Jembatan

 Contoh model pionering ini melengkapi posting sebelumnya tentang contoh model pionering menara pandang. Yang disajikan adalah contoh model-model pionering berbentuk jembatan dalam bentuk gambar dan foto. Dengan contoh ini para pramuka dapat merakit pionering ataupun menjadi sumber inspirasi dalam menciptakan model-model pionering jembatan lainnya.

Selain dalam bentuk jembatan, pionering dapat juga dibuat dalam model-model lainnya semisal pionering berbentuk tiang bendera, pionering berbentuk menara pandang dan pionering berbentuk bangunan gapura.

Pionering sendiri diambil dari kata dalam bahasa Inggris ‘pioneering’ yang dapat diartikan sebagai ‘kepeloporan’. Atau dari bahasa Indonesia ‘pionir’ yang menurut Kamus Bahasa Indonesia diartikan sebagai “penganjur; pelopor; perintis jalan; pembuka jalan.” Dalam kepramukaan pionering merupakan salah satu keterampilan kepramukaan untuk mendirikan bangunan darurat dengan menggunakan bahan-bahan yang terbatas. Dengan menggunakan barang seadanya semisal kayu, tongkat, dan tali, seorang pramuka dituntut dapat membuat menara pandang, jembatan darurat, tiang bendera, dan aneka perabot perkemahan seperti meja makan, rak piring, rak sepatu dan lainnya.

Dalam membuat pionering tentu dituntut kemampuan dan penguasaan terhadap materi tali temali semisal simpul mati, simpul hidup, simpul pangkal, ikatan palang, ikatan silang, ikatan canggah dan lain sebagainya. Karena dalam membuat pionering salah satu bahan utamanya adalah tali.


Gambar dan Contoh Pionering Jembatan

Dalam kesempatan kali ini kita akan menampilkan berbagai contoh gambar pionering berbentuk jembatan darurat. Kesemua pembuatan jembatan-jembatan ini menggunakan teknik pionering.

  • Jembatan Kaki Delapan

  • Jembatan Derek

  • Jembatan Tarik

  • Jembatan Tali
  • Jembatan Monyet


  • Jembatan Suspensi


Persiapan Membuat Pionering Jembatan

Di dalam kepramukaan pionering bisanya dibuat dalam dua jenis. Yang pertama adalah pionering dalam ukuran sebenarnya dan digunakan sebagaimana mestinya. Jika membuat pionering jembatan berarti pionering tersebut memang dapat dipergunakan dan aman untuk menyebarang. Pembuatan pionering jenis ini perlu perhitungan yang matang dengan memperhatikan kondisi medan (semisal sungai) yang hendak dipasangi jembatan.

Jensi kedua adalah pionering dalam bentuk maket atau miniatur. Untuk membuat pionering (termasuk pionering jembatan) dalam bentuk miniatur atau maket, selain memperhatikan simpul dan ikatan yang digunakan juga perlu memperhatikan aspek rasionalitas. Artinya, miniatur pionering yang dibuat tersebut mempunyai bentuk dan ukuran yang logis sehingga jika diterapkan dalam kenyataan bisa benar-benar dibangun.

Itu beberapa model pionering jembatan yang mungkin dapat dicoba oleh para pramuka baik penggalang, penegak, maupun pandega. Satu yang pasti, pembuatan pionering selalu menjadi kegiatan yang penuh tantangan. Dalam pengerjaannya membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan kekompakan tim. Sehingga ketika sebuah pionering terselesaikan, rasa puas dan bangga yang dirasakan tidak akan tergantikan.